Pajak Karbon Mobil

Masih ingat dengan konferensi akbar tentang perubahan iklim yang berlangsung di Paris, Perancis pada 2015 silam? Indonesia merupakan salah satu negara yang meratifikasi dan berkomitmen untuk ikut andil dalam pergerakan dunia melambatkan laju pemanasan global. Salah satu poin penting yang disetujui oleh 150 lebih negara di dunia adalah mengurangi angka emisi gas karbon hingga 29% pada 2030.

Banyak negara sudah melakukan(dan mengabaikan) langkah-langkah penting untuk mencapai cita-cita tersebut. Mulai merubah bahan bakar transportasi umum menjadi listrik, menghentikan penjualan mobil dengan gas konvensional, keringanan pajak untuk perusahaan atau perorangan yang menjalankan gaya hidup ‘hijau’, sampai pembuatan peraturan-peraturan pro-bumi. Indonesia kini siap membuat langkah lebih maju dalam komitmennya menghambat pemanasan global, dan langkah itu akan terealisasikan oktober tahun ini – pajak karbon.

Pajak Karbon 

Diinisiasi oleh Menteri Sri Mulyani pada rapat dengar pendapat dengan Komisi XI DPR (29/6), Pembicaraan tentang perpajakan karbon ini sebenarnya bukan hal yang baru. Naas rencana-rencana ini harus ditunda karena kemunculan wabah global yang tengah mengganas. Dan kemungkinan pembahasan di rapat tersebut juga akan mulai diberlakukan 2022 ketimbang oktober 2021, dengan pertimbangan yang sama. 

Sri Mulyani(forbes)

Namun demikian, hal-hal yang sudah bisa dipersiapkan oleh para pemilik mobil di komunitas TREVO adalah:

Rp. 75/Kg – besaran pajak yang dipungut. Jadi, harga 75 perak yang akan kamu bayar per- kilogram (Kg) karbon dioksida ekuivalen (CO2e) atau satuan yang setara.

Berlaku untuk semua pemilik karbon – Pajak akan diberlakukan untuk semua perorangan yang memiliki barang yang menghasilkan karbon. Walau kebanyakan penghasil emisi karbon adalah kendaraan bermesin, ini tidak menutup kemungkinan barang lain juga bisa dihitung sebagai penghasil karbon.

Peran TREVO Untuk Bumi 

Tergabung dalam komunitas berbagi mobil seperti TREVO bisa mengurangi sedikitnya 11 mobil di jalan raya. Dengan tidak membeli mobil dan berbagi, kamu ikut andil dalam pelestarian planet dan perekonomian komunitas. Plus, kamu tidak perlu pusing dengan membayar pajak karbon yang akan segera diberlakukan ini(sebagai guest). 

Awal kehadiran TREVO datang ke pasar Indonesia adalah sebagai alternatif. Kami ingin mengubah mindset orang, dan mengingatkan kalau mobil itu bukan harta yang harus dimiliki. Nyatanya, mobil akan menjadi liabilitas buat kamu sejak hari pertama kamu membeli dan membawanya pulang. Harga jual akan turun dengan seiring waktu, juga biaya perbaikan yang akan semakin mahal dengan bertambahnya usia kendaraan, dll. 

TREVO juga selalu aktif mendorong teman-teman untuk mendaftarkan mobil dan menjadi hostagar liabilitas memiliki mobil bisa menjadi pendapatan pasif.

Mendaftarkan diri untuk bepergian atau sebagai host budiman – klik tautan ini. Untuk cari tahu tentang TREVO dan bergabung dalam komunitas berbagi mobil!

Recommended Articles