TREVOMOTIF: Harley Davidson

Motor gede ini bukan terkenal di kalangan penggemar otomotif saja. Bahkan anak kecil yang ke toko mainan pun akan melihat Harley mini dan langsung menyukainya. Harley-Davidson di Indonesia sempat menjadi motor dengan street cred seperti monster Loch Ness dan hanya bisa dimiliki oleh kalangan elite. Lalu, bagaimana Harley-Davidson bisa menjadi motor ikonik dan, mungkin, wajah tunggal representasi motor-motor gede? TREVOMOTIF akan coba memberikanmu sedikit insight soal ini!

Harley-Davidson: Terawal dan Terbaik

Harley-Davidson mempunyai keunggulan besar dibandingkan merk-merk moge lain: Ia sudah lama dan duluan ada. Berdiri sejak 1903, perusahaan ini terbukti mampu melewati masa-masa sulit 2 perang dunia, Depresi besar ekonomi Amerika Serikat, dan pergantian kepemilikan. 

Dan kalau kamu merupakan bahan perusahaan yang sudah berdiri 118 tahun lamanya, ada beberapa hal yang tentu sudah kamu pelajari seperjalanan karir. Hal-hal yang membuat Harley tak terkekang oleh waktu, antara lain; strategi pemasaran brilian, rasa kepemilikan yang kuat, legacy, dan sangat ramah untuk dipreteli sesuai yang kamu mau. 

Harley-nya Margot Robbie naik Harley Street 750 di Suicide Squad (2015)

Harley-Davidson sukses membangun citranya sebagai motor gede favorit dengan pemasaran agresif. Mulai dari merchandise, retail-retail dan bengkel khusus Harley-Davidson, hal ini akhirnya mampu mempenetrasi pikiran banyak orang yang kemudian tergoda untuk memilikinya. Dan setelah memilikinya pun, ada rasa bangga yang tidak ada duanya. Secara, menyetir Harley-Davidson gitu-lho. Nah hal inilah yang akhirnya membangun rasa kepemilikan para pegiat dengan motor gede ini, bahwa kamu tidak hanya membeli sebuah motor bagus – tapi juga hak menjadi eksklusif di kalangan elite pecinta Harley. Di seluruh dunia, Chapter-chapter klub pemilik Harley selalu solid dan rajin melakukan touring tiap tahunnya. 

Harley-Davidson di Indonesia

Nah untuk kasus motor ini di Indonesia, sempat ada zaman dimana pemilik Harley-Davidson dianggap sakti dan tidak bisa disentuh. Pasalnya, hingga 90an akhir pemilik Harley-Davidson di Indonesia hampir pasti adalah orang yang sangat kaya atau bagian echelon teratas TNI. Motor gede ini diduga kuat pertama kali ada di Nusantara dari zaman Hindia-Belanda. Pada saat itu, Harley-Davidson merupakan pilihan mobilitas tinggi untuk tentara Hindia-Belanda dalam mengatur koloninya.

Diduga kuat, ini adalah salah satu foto tertua motor Harley-Davidson di Indonesia (autos.id)

Setelah kepergian para penjajahnya, banyak aset-aset Hindia-Belanda akhirnya diambil alih oleh pemerintah. Motor-motor Harley-Davidson adalah salah satu dari aset itu, dan inilah awal dilahirkannya mitos kepemilikan Harley-Davidson di Indonesia. 

Untuk memiliki Harley-Davidson pada zamannya, kamu harus menjadi: orang super kaya, tentara, atau Indro Warkop (https://instagram.com/indrowarkop_asli)

Namun, perlahan-perlahan stigma ini mulai dikikis dengan kehadiran Authorized-Dealer Harley-Davidson pertama di Indonesia pada 1996 yaitu Mabua Harley-Davidson di Jakarta. Akhirnya? semua bisa memiliki Harley. Walaupun Mabua Harley-Davidson sudah lama tidak ada, Harley tetaplah menjadi salah satu motor gede favorit orang Indonesia. 

Komunitas Harley-Davidson Indonesia

Ingin tahu lebih lanjut dari para pemilik Harley-Davidson? Indonesia memiliki 2 organisasi yang mewadahi: Harley Owners Group dan Harley-Davidson Club Indonesia. Beda antara keduanya hanya dari cara pembentukannya, HOG dibentuk oleh dealer Harley-Davidson langsung dan memiliki afiliasi global dengan HOG lainnya. Sedangkan HDCI, merupakan klub Harley-Davidson asli Indonesia. 

Harley-Davidson di TREVO 

Rasakan dahsyatnya membawa sebuah Harley-Davidson dengan merencanakan bepergian ke Bali dan buka saja aplikasi TREVO untuk menyewa secara langsung! Nyalakan filter dan sewalah motor yang selama ini kamu idamkan!

Ayo, sewa motor Harley-Davidson di TREVO sekarang!

Recommended Articles